Sabtu, 08 Desember 2007

Sabar Itu Indah
Bersabar diri merupakan ciri orang-orang yang menghadapi berbagai kesulitan dengan lapang dada, kemauan yang keras, serta ketabahan yang besar. karena itu, jika kita tidak sabar , maka apa yang bisa kita lakukan?
Apabila anda memiliki solusi lain selain sabar? dan apakah anda mengetahui senjata lain yang dapat kita gunakan selain kesabaran?
Konon, seorang pembesar negeri ini memiliki 'ladang gembalaan' dan 'lapangan' yang selalu ditimpa musibah; setiap kali selesai dari satu kesulitan, kesulitan yang lain selalu datang mengunjunginya. Meski demikian, ternyata ia tetap berlindung dibalik perisai kesabaran dan mengenakan tameng keyakinan kepada Allah.
Demikianlah orang-orang yang mulia dan terhormat bertarung melawan setiap kesulitan dan menjatuhkan semua bencana itu terkapar di atas tanah.
Syahdan ketika menjenguk Abu Bakar yang sedang terbaring sakit, para sahabat berkata padanya, "Boleh kami panggilkan seorang tabib untuk pengobatanmu?"
"Seorang tabib telah memeriksaku!" , jawab Abu Bakar.
Para sahabat pun bertanya, "Lalu apa yang ia katakan?"
Ia berkata, "Sesungguhnya aku boleh melakukan apa saja yang aku mau"
Bersabarlah karena Allah! Dan sebaiknya Anda bersabar sebagaimana kesabaran orang yang yakin akan kedatangannya kemudahan, mengetahui tempat kembali yang baik, mengharap pahala, dan senang mengingkari kejahatan. Seberapapun besar permasalahan yang anda hadapi, tetaplah bersabar. Karena kemenangan itu sesuangguhnya akan datang bersama dengan kesabaran. Jalan keluar datang bersama kesulitan. Dan dalam setiap kesulitan ada kemudahan.
Saya pernah membaca biografi sejumlah orang terkenal dan saya tertegun dengan besarnya kesabaran dan agungnya ketabahan mereka.
Deretan musibah itu mereka anggap sebagai tetesan air dingin yang memercik di kepala mereka. Mereka tak tergoyahkan laksana gunung, dan menancap jauh kedalam kebenaran. Dalam waktu singkat mereka dapat melupakan semua kesedihan itu dan wajah mereka kembali berbinar menyorotkan cahaya kemenangan. Bahkan, ada satu diantara mereka yang tidak hanya cukup bersabar, namun justru menghadang semua bencana itu dan berteriak lantang di hadapan musibah-musibah itu sambil menyatakan tantangannya.

di cutat dari Buku La Tahzan (Jangan Bersedih) Dr. Aidh al Qarni
Mudah mudahan jadi penyejuk hati yang sedang ditimpa musibah, Amin

Rabu, 21 November 2007





Hai... gua nich lagi di Kartika Candra kamar 208, ama Enan, biasa lagi ada acara kursus 3 hari katanya sih biar pinter......, malemnya maen sama Udung and Darwan, biasa reuni.

Sabtu, 17 November 2007











Habis dari perpus kita terus ke tempat gawean temen-temen di Pusjal disana ketemu sama Jaenudin, Yusep Firdaus, Yayah Rokayah, Adang Suhada, Januri Sugeng, Ade Romli. kangen rasanya, udah lama nggak ketemu, padahal baru sebulan yang lalu.... mereka udah pada jadi boss...























Ketemu sama Enan, lagi mo buat surat pengembalian sama DP3, katanya pengen dapet uang makan...





















Eh... iya kita habis dari perpus rencananya mo ke Pustran pengen ketum sama konco-konco yang udah pada jadi pejabat, mudah-mudahan masih di aku...., soalnya mereka udah pada sibuk gawe lagi, maklum banyak order.


Kita foto-foto di depan rak buku yang ada diperpus, eksen biar kelihatan lagi pada serius mencari data buat..... apa ya kan udah lulus.

Kamis, 15 November 2007

Hai friend, udah lama kita nich nggak jumpa, rasanya kangen pengen seperti dulu kita waktu masih kumpul., yang paling berkesan waktu kita belajar bersama. kenangan itu tidak akan pernah lupa, dari yang paling sedih sampai yang paling berkesan semua jadi kenangan yang indah.

Pernah suatu saat waktu kita, mo makan malam kondisi hujan deras makanan di kamar udah pada nggak ada, mo turun hujannya nggak berenti-berenti.... sedih deh.... sambil lihat hujan deras turun pada dijendela.

Pernah juga kondisi yang sama waktu itu dari pada bengong nunggu hujan kita pada nyanyi sambil mainin gitar.... , cuma lupa filmnya di taro dimana, kalo ada lucu kali....

Kita kalo makan kebawah, paling nasi goreng si mbak..., lumayan enak n murah maklum anak sekolahan... ngiriiiiit, kalo siang makan di Bu Susi, terkenalnya bu gendut.

Kamis, 27 September 2007


Kang ade mani santai, habis beres-beres kamar
Wikoe..... mo pindahan... cape habis puasa lagi, maklum ustad...., sorry bos tidur lagi aja ya.